Menepi Sejenak

images.jpg

Menepi di tengah hiruk-pikuk. Bukan tidak berani menantang keramaian. Senja itu, yang membuatku menepi. Diam sejenak. Beberapa detik, menit, atau mungkin jam.

Kegilaan yang ramai ini mesti diredakan. Agar tidak ikut-ikutan gila. Gila kuasa, harta, cinta, kerja, atau apalah. Makanya kita butuh menepi.

Diam … diam … jangan banyak bicara. Aku sedang menepi. Di tepi, bebersih hati, pikiran, agar terhindar dari penyakit gila. Akibat iri, dengki, mungkin juga dendam.

Sudah, diam! Aku tak mau ikutan gila. Biarlah aku (Hati dan seluruh anggota badan) menepi sejenak agar tidak ikut gila seperti kalian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s