Kesendirian Yang Aku Anggap Romantis

sendiri

Ini adalah sebuah kisah tentang kesendirian. Kesendirian yang romatis. Meski aku tau tak semua orang bisa seperti ini. Benar, merasakan cinta tanpa cinta. Namun, tetap merasa hidup yang dijalani penuh cinta dengan segala romantismenya.

Romantis bagiku bukan sekedar berdua dengan pasangan di restoran mewah, bukan sekedar memberi sebuket bunga mawar merah, buka pula memakaikan cinci emas bertahta berlian di jari seorang yang disayang.

Romantis bagiku adalah mampu menikmati hidup dengan menghargai segala yang telah Tuhan berikan. Namun, jangan kau tiru hidupku ini. Karena ini ketidaksengajaan yang aku jalani. Kegagalan dan keinginan untuk bangkitlah yang membuatku seperti ini. Namun aku harus menjalani fase di tengah-tengah itu. Iya, kesendirian yang aku anggap romantis.

Ini bukan kisahku, tapi ini kisah kala aku merenung, mengkhayal, sebuah kisah tentang yang merasa sendiri namun tetap merasa dicinta seperti kebanyakan para pecinta yang dimabuk asmara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s