Lihat dan Rasa

lihat

Menurut anda apa yang mudah terlihat ? Beberapa jawab bentuk riil, sisanya jawab sikap atau prilaku.

Mudah terlihat itu beda dengan mudah dirasa. Kalau mudah terlihat itu dari panca indra mata, kalau mudah dirasa itu bukan dari panca indera, tapi lebih dalam lagi. Yak, tepat. Hati …

Beberapa orang suka bingung dengan yang mudah dilihat dengan mudah dirasa. Memang susah – susah gampang membedakannya. Tapi menurut saya, semua yang mudah dilihat itu sifatnya riil (nyata), sedangnya yang mudah dirasa itu sifatnya abstrak (tidak berbentuk).

Semisal gini, saya seorang Muslim. Mungkin bukan Muslim yang terlalu baik, tapi saya selalu mencoba untuk menjadi seorang Muslim yang baik. Alasannya hanya satu, walaupun saya tidak melihat bentuknya, tapi saya percaya ada kekuatan dan keindahan yang maha besar diatas sana, yaitu Allah SWT.

Kenapa saya percaya walau saya tidak melihat bentuk Sang Khalik ? Alasannya mudah, karena saya melihat banyak keindahan dan keajaiban yang luar biasa dibumi yang saya pijak ini.

Loh, kok bisa percaya padahalkan belum tentu Sang Khalik itu ada ? Susah kalau dijelaskan, yang pasti apa yang saya rasa itu namanya iman, dan iman itu jika diperdebatkan tidak ada habisnya. Karena itu asalnya dari hati, yang coba diaplikasikan kedalam perbuatan yang dapat terlihat. Jadi biarkanlah yakini iman sesuai dengan yang anda percaya.

Berat juga ya perumpamaannya. Ada yang lebih ringan untuk dijelaskan ?

Ada …

Semisal, kamu wanita dan kamu merasa dirimu terlihat cantik. Hal itu belum tentu dilihat dari pria, karena definisi cantik itu berbeda – beda sesuai dengan pencintamu. Sebagian mereka melihat fisik untuk mendefinisikan cantik, tapi sebagian lagi melihat sikat dan prilaku dalam mendefinisikan cantik.

Kamu itu cantik dihadapan pencintamu …

Saya sendiri (penulis) dalam hal cinta yang sifatnya abstrak ini pernah mengalami kesalahan dalam membedakan definisi cantik. Pernah saya melihat wanita yang menurut saya cantik parasnya kemudian berambisi untuk dapetin itu wanita, tapi ternyata saya salah. Terbukti, saat saya berusaha mendapatkan wanita tersebut, ternyata ada sosok lain yang selama ini bukan sekedar saya suka, tapi juga ‘sayang’ yang tanpa saya sadar ternyata dia dekat.

Iya, bicara sayang itu bukan dari mata masuk keotak, karena menurut sotoy saya kalau itu namanya suka/nafsu/ambisi, karena sayang itu muncul dari kebiasaan berinteraksi, terlihat nyata oleh mata, kemudian masuknya kehati. Gak percaya ? Nih coba saya ceritain sedikit kisah dari pasangan yang dijodohkan.

Saya punya teman, kebetulan jaman dulu, Ibu dan Bapaknya dijodohkan  tanpa tau bagaimana sifat dan prilaku masing – masing dari mereka karena mereka belum pernah bertemu satu dengan yang lainnya. Awal pernikahan mereka bilang tidak merasakan perasaan sayang apapun juga, tapi lambat laun perasaan sayang mereka tumbuh karena seringnya berinteraksi, sehingga terasa oleh panca indera kemudian masuk kehati. Gitu simpelnya ya.

Yaudah, gitu aja dulu tulisannya. Kalau ada yang gak sependapat gapapa, namanya juga negara demokrasi. Lagian ini opini aja kok bukan karya ilmiah yang harus ada pertanggungjawaban keilmuannya. Hehehe😉

Salam damai untuk kita semua. Semoga kita selalu pandai melihat dan merasa, agar kita bisa bijak kepada semua manusia, mahkluk hidup lain, dan alam tentunya agar kita juga disayang sama yang punya semesta😉

Bobby Afif,

Selasa, 25/11/2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s