Sedikit …

Sedikit itu gak banyak loh. Tapikan itu tergantung masing – masing orang menyikapi takarannya aja.

Ada yang biasa hidup dengan penghasilan 10 juta / bulan dan sekalinya cuma dapat 5 juta / bulan bilang itu sedikit. Tapi, jika orang yang punya penghasilan 2 juta / bulan, sekalinya dapat 5 juta / bulan maka dia bakal bilang itu banyak.

Nah, itukan cuma dari segi perumpaan aja yang sebenernya realita kebanyakan orang. Sebenarnya mah cuma gimana kita aja nyikapi itu semua. Sebagian orang malah punya penghasilan besar tapi tetap merasa kurang dengan penghasilan yang didapatnya. Malah mereka yang punya penghasilan pas – pasan dibanding mereka yang berpenghasilan banyak, hidupnya malah lebih dari cukup dan bahagia. Ada banyak faktor, salah satunya gaya hidup.

Kamu mau ngejalani gaya hidup seperti apa ? Yang ikutan tren tapi malah buat kamu jadi pribadi yang konsumtif apa yang mengeluarkan seperlunya saja dan menjadikan kamu pribadi yang memanusiakan diri kamu sendiri.

Inget loh, maksud memanusiakan diri sendiri itu, kamu melakukan segala sesuatunya tanpa mengorbankan sesuatu dari diri kamu sebagai manusia. Contoh simpelnya gini deh :

Kamu itu orang yang ikutin gaya hidup glamor. Kamu memang puas ngeluarin segala pemasukan kamu untuk ngejalani gaya hidup kamu itu sampai – sampai kamu rela meminjam uang atau menggunakan kartu kredit untuk gaya hidup kamu itu. Saat jatuh tempo pembayaran kamu malah tidak bisa melunasinya. Yang ada kamu hidup dalam tekanan karena ditagih oleh hutang. Nah, yang seperti itu apa gak bisa dibilang tidak memanusiakan diri sendiri ?

“Kamu puas, tapi sebenarnya diri kamu tertekan … “

Itu sebenarnya hak kamu buat berprilaku konsumtif seperti itu, bebas aja, toh ketika saya nulis ini saya tidak punya tanggung jawab dengan siapa – siapa hehe … Tapi alangkah baiknya jika kita berusaha jadi manusia yang memanusiakan diri sendiri dulu, minimal seperti itu. Jika sudah bisa memanusiakan diri sendiri, baru kita belajar memanusiakan orang lain. Gitu loh.

Kita ini kan manusia yang dikasih akal pikiran paling sempurna sama Tuhan. Kalau dari situ aja kamu gak bisa mikir mana yang prioritas atau bukan berarti kamu sebagian dari orang mengingkari nikmat Tuhan. Ya gak munafik juga terkadang saya sendiri masih bersifat konsumtif. Tapi itu sewajarnya saja, soalnya terkadang kita butuh hiburan ketika sudah suntuk melakukan rutinitas. Tapi semuanya sudah diperhitungkan matang – matang agar saya bisa (minimal) memanusiakan diri saya sendiri.

Gitu, sedikit aja ya nulisnya. Maklum, judulnya juga ‘Sedikit’ hehehe. Lagian nulis ini juga iseng doang karna gak bisa tidur :p

Salam damai untuk kita semua. Semoga kita selalu jadi pribadi yang bisa memanusiakan manusia.

Bobby Afif. M.N

Depok, 23/11/2014, pukul 01.30 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s