The Real Community “Dari Komunitas Untuk Solidaritas” -PART I

Saya sedikit mau bicara tentang konsep komunitas. Menurut wikipedia komunitas itu adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa latin communitas yang berarti “kesamaan”, kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti “sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak”. (Wenger, 2002: 4). Menurut Crow dan Allan, Komunitas dapat terbagi menjadi 3 komponen:

Berdasarkan Lokasi atau Tempat

Wilayah atau tempat sebuah komunitas dapat dilihat sebagai tempat dimana sekumpulan orang mempunyai sesuatu yang sama secara geografis.

Berdasarkan Minat

Sekelompok orang yang mendirikan suatu komunitas karena mempunyai ketertarikan dan minat yang sama, misalnya agama, pekerjaan, suku, ras, maupun berdasarkan kelainan seksual.

Berdasarkan Komuni

Komuni dapat berarti ide dasar yang dapat mendukung komunitas itu sendiri.

 

Nah, kalau itu definisi dari wikipedia. Saya mau coba mendefinisikan komunitas dari beberapa pengalaman saya bertemu dengan teman – teman komunitas di Kota Depok. Dari sekian banyak komunitas yang saya temui dikota saya tersebut, mulai dari yang bersifat komunitas hobi, sosial, seni, animal, cyber, dan lain-lain saya dapat ambil sebuah kesimpulan : menurut para anggota komunitas tersebut, komunitas bukan hanya wadah / tempat untuk mereka yang sama-sama mencintai atau suka akan satu hal saja. Tapi lebih dari itu, komunitas itu keluarga. Ibarat tubuh, jika ada satu bagian sakit, maka semua akan merasa sakit. Mungkin agak lebay, tapi memang itu kenyataannya.

Ya, layaknya keluarga. Keributan-keributan kecil wajar terjadi. Tapi, semua bisa diatasi dengan pendekatan kekeluargaan antar anggotanya. Namanya juga komunitas ini isinya kumpulan dari banyak kepala, jadi sedikit senggolan bisa berdampak fatal. Banyak dari komunitas itu bisa mengatasi masalahnya dengan baik dan menemukan titik temu untuk penyelesaiannya, tapi ada beberapa yang mungkin masih kurang bisa menyikapi masalah dan berakhir bubar atau pecah menjadi komunitas baru.

Ya, tapi kembali lagi, mungkin keputusan bubar atau membentuk komunitas baru itu salah satu dari penyelesaian masalah yang paling terbaik untuk seluruh anggotanya ….

 

Bersambung ya …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s