KOPI HONGGARIA

Kopi merupakan bagian dari keseharian masyarakat di Hongaria. Pangsa pasar produk ini cukup menjanjikan. Pada tahun 1998 dengan keadaan ekonomi yang baru berkembang setelah terbebasnya dari centralized market menuju free market, anual konsumsi kopi perorangnya mencapai 2.06 kg. Hal ini relatif tinggi apabila dilihat dari situasi dan kondisi ekonomi pada saat itu dengan rata-rata pendapatan perbulannya sebesar USD 285 dengan inflasi pada 9.5 % dan real income meningkat pada level 3.6 %.

Saat ini dengan tingkat perekonomian yang semakin baik dan taraf hidup penduduknya yang meningkat yang ditandai dengan kenaikan tingkat pendapatan perkapitanya, permintaan akan produk kopi mengalami kenaikan pula terlebih didukung oleh perubahan gaya hidup dalam meminum kopi pada tempat dan level tertentu sebagai salah satu prestige dan semakin selektifnya konsumen di Hongaria akan produk makanan/minuman yang menunjang kesehatan.

Terjadi pula trend meminum kopi dikalangan usia muda terutama di universitas dan kalangan professional muda. Berdasarkan data dari Kantor Pusat Statistik, kelompok umur tersebut per 1 Januari 2005 mencapai lebih dari 3.5 juta jiwa. Kebiasaaan minum kopi juga terjadi pada usia dewasa dan juga orang tua yang berjumlah kurang lebih 4.8 juta jiwa pada tahun yang sama apabila dibandingkan dengan total jumlah penduduknya yang mencapai 10 juta jiwa. Sehingga peluang produk kopi di Pasar Hongaria masih terbuka lebar.

Geografis dan iklim di Hongaria tidaklah cocok untuk melakukan kegiatan perkebunan tanaman kopi seperti halnya negara-negara Eropa lainnya. Kegiatan produksi kopi di Hongaria tidak berdasarkan agricultural acitivity tapi lebih menitikberatkan pada industrial sector dengan teknologi pengolahan lanjutan.

Saat ini industri minuman hangat (hot drinks) di Hongaria didominasi oleh Sara Lee Kávé és Tea Kft, Nestlé Hungária Kft, Tchibo Budapest Kft, Kraft Foods Hungária Kft, Maspex Kft dan Unilever Magyarország Kft. Tetapi khusus untuk kopi, Tchibo/Eduscho merupakan market leader dengan pangsa pasarnya menguasai 39%, kemudian diikuti oleh Douwe Egberts dan Jacobs di urutan ketiga terbesar.

Tchibo didirikan di Hongaria pada tahun 1991 dan pada tahun 1993 factory site-nya selesai dibangun di pinggiran kota Budapest, Budaőrs dengan kapasitas produksinya mencapai 8500 ton. Pada tahun 1997 dilakukan merger dengan Eduscho dan terjadi rekonstruksi secara besar-besar ditingkat managerialnya. Pada tahun 1998, Tcsibo dan Eduscho mampu memproduksi 9200 tons kopi yang telah digongseng.

II.2 Impor/Negara Pesaing

Impor produk kopi untuk biji kopi yang digongseng dan tidak dihilangkan kafeinnya mengalami kenaikan yang sangat luar biasa pada tahun 2005, apabila dibandingkan dengan nilai impornya tahun 2003. Jenis produk kopi ini yang berkode HS 090121 pada tahun 2005 total nilai impornya mencapai lebih dari 29,7 juta USD sedangkan pada tahun 2003 total nilai impornya hanya 2,1 juta USD. Terlihat dengan jelas permintaan akan jenis produk kopi ini dipasaran Hongaria sangat tinggi (Lampiran 1).

Tingginya permintaan jenis kopi tersebut dikarenakan terjadinya perubahan trend meminum kopi disamping karena faktor kesehatan. Masyarakat di Hongaria sekarang ini lebih

Indonesian Trade Promotion Center, ITPC – Budapest 5Market brief produk kopi di Pasar Hongaria

menikmati kopi yang mengandung kafein karena memiliki cita rasa tersendiri. Selain itu dengan growing awareness akan produk makanan dan minuman yang sehat juga mempengaruhi pola minum kopi masyarakat Hongaria. Berdasarkan hasil penelitian dari Universitas Harvard di Inggris ternyata kopi yang mengandung kafein memberikan dampak yang sangat baik bagi kesehatan apabila dikonsumsi tidak secara berlebihan. Meminum kopi antara 1-3 cup perhari dapat menurunkan resiko penyakit diabetes tipe 2 dan juga penyakit parkinson. Sedangkan hasil riset dari Universitas Vanderbilt di Tennessee, Amerika Serikat, apabila meminum kopi secara regular dapat menurunkan resiko terkena kanker usus, liver cirrhosis dan juga gallstones.

Terlihat jelas akan biji kopi yang melalui proses decaffeinated mengalami penurun yang tajam bahkan pada tahun 2005 tidak terlihat kegiatan ekspor akan produk biji kopi ini yaitu biji kopi dengan kode HS 090112 untuk biji kopi yang tidak digongseng dan 090122 untuk biji kopi yang di gongseng.

Biji kopi yang tidak mengalami proses apapun baik proses roasted maupun decaffeinated juga mengalami penurunan sebesar 30%, walaupun dilihat dari nilai impornya masih cukup tinggi yaitu sebesar lebih dari 24,2 juta USD.

Trend akan instant kopi sekarang ini sedang meningkat pula, terutama dikalangan remaja dan profesional muda. Banyak sekali ditemukan mesin-mesin kopi otomat yang tersedia di berbagai universitas, tepi jalan ataupun perkantoran disamping mesin otomat untuk minuman segar lainnya. Kepraktisan akan kopi instant banyak disukai oleh golongan muda ini, disamping memiliki variasi dalam rasa pula seperti kopi instant yang telah dicampur dengan gula, madu ataupun milk powder.

Peningkatan nilai impor akan produk kopi instant berkode HS 210111 pada tahun 2005 apabila dibandingkan dengan total nilai impor pada tahun 2003 sebesar 75% dan peningkatan nilai impor sebesar 42% untuk jenis kopi instant yang memiliki kode HS 210112.

Negara pemasok utama produk kopi secara keseluruhan baik biji maupun instant kopi pada tahun 2003 adalah Swiss dengan menguasai pangsa pasar sebesar 14%. Kemudian tempat kedua diduduki oleh Jerman dengan pangsa pasar sebesar 13,2 %. Selanjutnya adalah Polandia, Brazil dan Belanda dengan pangsa pasar masing masing sebesar 9.9 %, 5.7% dan 4.1% (Lampiran 3).

Pada tahun 2004, Swiss tidak mampu lagi mendominasi pangsa pasar kopi di Hongaria yang hanya menguasai 5.5 % dari total nilai ekspor produk kopi. Pada tahun tersebut Jerman mengambil alih posisi Swiss dengan pangsa pasar lebih dari 30 %, disusul oleh Spanyol, Polandia dan Brazil (Lampiran 4).

Pada tahun 2005 Jerman makin mengukuhkan kepemimpinanya sebagai negara utama pengekspor produk kopi ke Hongaria dengan total nilai ekspornya yang semakin meningkat yaitu terjadi penambahan sebesar lebih dari 12 juta USD dengan menguasai pangsa pasar produk kopi di Hongaria sebesar 37.4 %. Austria berhasil menempatkan dirinya di urutan kedua terbesar diatas Polandia dan Brasil dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 12 % (Lampiran 5).

Pemasok utama produk kopi ke Hongaria sebagian besar didominasi oleh negara-negara dari Eropa, seperti Jerman, Polandia, Austria ataupun Belanda. Negara-negara tersebut

Indonesian Trade Promotion Center, ITPC – Budapest 6Market brief produk kopi di Pasar Hongaria

merupakan negara re-ekspor dari negara produsen biji kopi. Umumnya mereka adalah pengeskpor kopi instant yaitu kopi yang telah mendapatkan pengolahan.

Biji kopi yang tidak digongseng tetapi telah dihilangkan kadar kafeinnya dengan kode HS 090112 tidak begitu diminati di Hongaria. Pada tahun 2003 dan 2004 total nilai impornya kecil (yaitu hanya 686 868 USD dan 178 443 USD) apabila dibandingkan dengan jenis biji kopi lainnya. Negara pemasok untuk jenis kopi ini antara lain Jerman, Austria, Italia dan Kamerun (Lampiran 7). Hal ini juga terjadi pada jenis kopi yang berkode HS 090122 yang mengalami penurunan nilai impornya. Masyarakat Hongaria tidak begitu menyukai kopi yang telah dihilangkan kadar kafeinnya seperti jenis kopi ini walaupun telah dilakukan penggongsengan. Negara-negara pemasok utama jenis kopi ini didominasi oleh negara-negara dari Eropa yaitu Italia, Austria, Jerman, Kroasia, Perancis dan Belgia (Lampiran 10).

Untuk biji kopi yang raw yaitu yang tidak mengalami proses roasted dan tidak dihilangkan kafeinnya dengan kode HS 090111 dalam kurun waktu tiga tahun kebelakang, Vietnam merupakan pengekspor utama jenis kopi ini. Bahkan pada tahun 2003, Vietnam merupakan negara pengekpor terbesar yang menguasai pangsa pasar lebih dari 25% kemudian disusul oleh Uganda, Jerman, Brasil dan Belgia (Lampiran 8).

Kopi dengan kode HS 090121 yaitu biji kopi yang digongseng tetapi tidak dihilangkan kafeinnya merupakan jenis kopi yang sedang digemari di Hongaria. Negara pemasok utama yang mendapatkan keuntungan dari peningkatan akan impor kopi ini dari tahun 2003 sampai dengan 2005 adalah Austria yang selalu menduduki peringkat pertama. Pada tahun 2003, total ekspor Austria sebesar 964 244 USD dan pada tahun 2005 terjadi peningkatan nilai ekspornya yang luar biasa yaitu terjadi kelipatan lebih dari 12 kali lipatnya dengan total eskpor mencapai 12 077 370 USD (Lampiran 9). Pada tahun 2005, lima besar negara-negara pemasok utama produk kopi dengan kode HS 090121 dibawah Austria diantarannya Jerman dengan pangsa pasar sebesar 37 % kemudian disusul oleh Italia (9%), Polandia (7%) dan Inggris (3%) (Lampiran 9).

Untuk jenis kopi yang berkode HS 090190, negara pemasok utamanya pada tahun 2005 adalah Slovakia dengan persentase dari total impor Hongaria sebesar 44.9 % yang disusul oleh Polandia, Jerman, Italia dan Swedia (Lampiran 11). Untuk 2 tahun kebelakang Polandia merupakan negara pemasok utama, bahkan pada tahun 2004 hampir menguasai seluruh pangsa pasar untuk kopi berkode HS 090190 ini. Kopi jenis ini bukanlah kopi murni karena terbuat dari lapisan luar dari biji kopi atau kulitnya, bahkan ada jenis kopi ini yang terbuat dari bahan tanaman lain seperti dari gandum. Aroma dari kopi yang terbuat dari gandum ini hampir sama dengan kopi asli. Jenis kopi ini biasaya dikonsumsi oleh konsumen yang memiliki kulit yang sangat sensitif terhadap kafein dan zat lainnya yang terdapat dalam kopi.

Total nilai impor untuk kopi instant di Hongaria lebih tinggi bila dibandingkan dengan biji kopi. Negara pemasok utama untuk jenis kopi instant dengan kode HS 210111 pada tahun 2003 adalah Swiss dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 40 %, kemudian disusul oleh Jerman dengan pangsa pasar sebesar 14%. Negara pemasok utama dari Asia yang mampu mendobrak dominasi Eropa adalah India. Pada tahun 2003 menduduki urutan ke-3 dengan pangsa pasar sebesar 8.98 %, dan pada tahun 2004 walaupun terjadi peningkatan nilai ekspornya tetapi terjadi penurunan dalam penguasaan pangsa pasarnya menjadi 8.80 %. Penurunan dominasi pangsa pasar ini dikarenakan terjadi peningkatan nilai ekspor oleh negara Jerman dan Spanyol yang masing-masing menduduki peringkat 1 dan 2. Pada tahun 2005

Indonesian Trade Promotion Center, ITPC – Budapest 7Market brief produk kopi di Pasar Hongaria

India mampu menggeser posisi Spanyol dengan penguasan pangsa pasar lebih dari 9% dibawah Jerman yang mendominasi lebih dari setengahnya (Lampiran 12).

Untuk kopi instant yang berkode HS 210112, negara pemasok utama secara berturut-turut dari tahun 2003 sampai dengan 2005 adalah Polandia dan Republik Ceko. Pada tahun 2003 negara Asia yang termasuk dalam lima besar pemasok utama jenis kopi ini adalah Singapura yang menduduki peringkat kelima dibawah Swiss dan Slovakia. Pada tahun 2004 Singapura mampu menaikan nilai ekspornya walaupun masih menduduki peringkat yang sama dengan tahun sebelumnya dibawah Spanyol dan Swiss. Akan tetapi pada tahun 2005 posisi Singapura digantikan oleh negara asia lainnya yaitu Thailand bahkan mampu berderet diurutan ketiga setelah Polandia dan Ceko. Kemampuan Thailand ini didasarkan pada kemajuan teknologi terapannya akan kopi instant disamping promosi yang kuat di Eropa umumnya.

Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar didunia ternyata belum begitu berhasil menembus dan mendominasi pasaran kopi di Hongaria. Tercatat nilai ekspor kopi dari Indonesia ke Hongaria pada tahun 2005 sebesar 140 887 USD dan berada diperingkat ke 27 untuk negara-negara pemasok kopi ke Hongaria dengan persentase market sharenya kurang dari 1 %.

Sejak bergabungnya Hongaria dengan Uni Eropa, maka terdapat perubahan dalam kegiatan perdagangan luar negerinya termasuk kegiatan ekspor impor komoditi. Hal ini dapat dimungkinkan produk kopi dari Indonesia sebagai contoh yang berkode HS 090111 masuk ke pasar Hongaria melalui pintu negara EU lainnya. Apabila dilihat kecenderungan dari nilai impor produk kopi dari Jerman ke Hongaria yang tinggi begitu pula impor produk kopi jenis ini dari Indonesia ke Jerman terlihat pertumbuhan yang signifikan, maka dapat dimungkinkan produk kopi dari Indonesia masuk ke Hongaria melalui entry point di Jerman. Ditunjang dengan adanya pelabuhan yang besar di Jerman seperti Frankfurt atau Hamburg yang lebih memudahkan saluran distribusi. Karena Uni Eropa menganut sistem single market sehingga barang yang masuk melalui salah satu negara EU, hanya dilakukan pencatatan sekali setelah itu produk bebas bersirkulasi diantara negara EU lainnya. Dibawah ini dapat dilihat nilai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s