Menepi Sejenak

images.jpg

Menepi di tengah hiruk-pikuk. Bukan tidak berani menantang keramaian. Senja itu, yang membuatku menepi. Diam sejenak. Beberapa detik, menit, atau mungkin jam.

Kegilaan yang ramai ini mesti diredakan. Agar tidak ikut-ikutan gila. Gila kuasa, harta, cinta, kerja, atau apalah. Makanya kita butuh menepi.

Diam … diam … jangan banyak bicara. Aku sedang menepi. Di tepi, bebersih hati, pikiran, agar terhindar dari penyakit gila. Akibat iri, dengki, mungkin juga dendam.

Sudah, diam! Aku tak mau ikutan gila. Biarlah aku (Hati dan seluruh anggota badan) menepi sejenak agar tidak ikut gila seperti kalian.

Diskusi Episode Dua, GMD Undang Idris Abdul Shomad

idris gmd

Pada episode dua diskusi ‘Menuju Depok 1, Sampaikan Gagasanmu’ yang digagas Gerakan Muda Depok (GMD), Senin (23/11), Calon Walikota Depok, Idris Abdul Shomad, berjanji bila terpilih kelak pemerintah ke depan akan bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan muda dan komunitas.

Hal lain yang ia sampaikan terkait peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang akan dimaksimalkannya hingga 30 persen.

Masalah perkotaan yang juga mendapat perhatian dari calon nomor urut dua ini adalah meminimalisir angka pengguna narkoba yang makin marak di Kota Depok. Untuk itu pembangunan pusat rehabilitasi akan menjadi salah satu fokusnya.

Idris juga menaruh perhatian terhadap masalah lingkungan di Kota Depok. Konservasi alam juga akan menjadi prioritasnya bila terpilih kelak.

Hal menarik dari diskusi ini, meski mengaku tidak lagi muda, namun Idris sukses membuat cair suasana diskusi yang mayoritas diikuti oleh kalangan anak muda. Bahkan canda dan tawa mewarnai dialog tersebut.

Sebelumnya GMD juga telah menyelenggarakan diskusi episode satu ‘Menuju Depok 1, Sampaikan Gagasanmu’ dengan Cawalkot Dimas Okky Nugroho pada Rabu (11/11).

Berikut video episode dua ‘Menuju Depok 1, Sampaikan Gagasanmu’.

Sumber: www.rakyatmerdeka.tv

Kesendirian Yang Aku Anggap Romantis

sendiri

Ini adalah sebuah kisah tentang kesendirian. Kesendirian yang romatis. Meski aku tau tak semua orang bisa seperti ini. Benar, merasakan cinta tanpa cinta. Namun, tetap merasa hidup yang dijalani penuh cinta dengan segala romantismenya.

Romantis bagiku bukan sekedar berdua dengan pasangan di restoran mewah, bukan sekedar memberi sebuket bunga mawar merah, buka pula memakaikan cinci emas bertahta berlian di jari seorang yang disayang.

Romantis bagiku adalah mampu menikmati hidup dengan menghargai segala yang telah Tuhan berikan. Namun, jangan kau tiru hidupku ini. Karena ini ketidaksengajaan yang aku jalani. Kegagalan dan keinginan untuk bangkitlah yang membuatku seperti ini. Namun aku harus menjalani fase di tengah-tengah itu. Iya, kesendirian yang aku anggap romantis.

Ini bukan kisahku, tapi ini kisah kala aku merenung, mengkhayal, sebuah kisah tentang yang merasa sendiri namun tetap merasa dicinta seperti kebanyakan para pecinta yang dimabuk asmara.

Paris Berduka #PrayForParis

Duka sedang menyelimuti Kota Paris, Prancis. BBC melansir, Sabtu (14/11/2015), terjadi serangan dan ledakan yang menewaskan lebih dari 100 orang.

#PrayForParis langsung jadi trending topic dunia. Siapa sangka, gemerlap kota mode berubah mencekam dalam semalam. Terlebih, di saat bersamaan tengah berlangsung pertandingan persahabatan sepakbola antara Prancis vs Jerman yang disaksikan langsung oleh Presiden Prancis Francois Hollande.

Cawalkot Depok Dikepoin GMD

Demi menjawab keingintahuan anak muda Depok akan calon pemimpin daerahnya lima tahun ke depan, sekumpulan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Muda Depok (GMD) menggagas diskusi bertajuk “Menuju #Depok1, Sampaikan Gagasamu!”. Diskusi dibagi menjadi dua episode. Dalam episode pertama yang berlangsung di Kedai Ekspresi, Arief Rahman Hakim, pada Rabu (11/11), diisi oleh Calon Walikota nomor urut satu, Dimas Oky Nugroho. Untuk episode ke dua masih menunggu konfirmasi Cawalkot nomor urut dua, Idris Abdul Shomad.

Berikut video episode satu.

Sumber: http://www.rakyatmerdeka.tv

Studi Kasus Kalbe Inisiasi Pabrik Obat Kanker di Indonesia

Foto obat Kalbe (Sumber: Istimewa)

Berdasarkan studi kasus Kalbe, mahalnya harga obat serta perawatan membuat tingginya angka kematian yang dialami penderita kanker.

Dari kasus itu Kalbe berinisiatif meminimalisir jumlah kematian yang disebabkan penyakit kanker dengan membangun pabrik obat kanker di dalam negeri.

Pabrik obat yang dibuat berdasarkan studi kasus Kalbe diharapkan mampu menekan harga obat kanker, sehingga biaya berobat para penderitanya akan jauh lebih murah. Demikian dikatakan Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Michael Buyung, di Jakarta, Sabtu (23/5).

“Dengan begitu harga obat kanker dapat ditekan sampai dengan 40 persen,” tegas Buyung.

Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan, antara Januari hingga Juni 2014 terdapat 88.106 kasus rawat jalan akibat penyakit kanker dengan biaya klaim mencapai Rp.124,7 miliar. Sedangkan untuk penderita kanker rawat inap terdapat 56.033 kasus dengan total klaim mencapai Rp. 313,1 miliar.

Bila sebelumnya obat kanker yang dipasarkan Kalbe di Indonesia diimpor dari luar negeri, kini belajar dari studi kasus kalbe obat kanker diproduksi serta dikemas sendiri. Sehingga Kalbe hanya perlu mengimpor bahan bakunya saja.

Sementara itu berdasarkan salah satu artikel berita depok, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk,  Irawati Setiady, mengatakan obat kanker tersebut dapat digunakan untuk kemoterapi, nutrisi untuk pasien kanker, dan terapi penunjang kemoterapi.

“Obat akan dikombinasikan sesuai racikan dokter dan tergantung dari kankernya,” tukas Irawati.

Dari banyak studi kasus, kanker terjadi karena adanya DNA sel yang telah bermutasi dan ketika sel membelah melalui proses mitosis, DNA yang rusak disalin ke dalam sel yang baru. Setelah sel akan menyebar dan membentuk tumor atau kanker.

Dari studi kasus Kalbe, diharapkan pembangunan pabrik obat kanker mampu mengendalikan angka kematian akibat penyakit tersebut.